KORPORASI KEBISINGAN (*on the road with THE CORALS)

image

Orang bijak berkata bahwa hidup itu harus terus berubah, bergerak, maju mengikuti arus zaman, mengikuti perputaran bumi ini detik demi detik dan masa demi masa. Semua patah tumbuh dan hilang berganti, yg tua digantikan oleh yg muda dan yg muda kelak nanti juga akan digantikan oleh generasi selanjutnya. Tak ada yg tak berubah jika dia hidup, sebab mungkin hanya batulah yg tak pernah berubah karena dia bukanlah sesuatu yg hidup. Hal itu menunjukkan betapa manusiawinya kita, betapa hidupnya kita, betapa tunduknya kita pada proses proses alamiyah. Semua berproses dengan alami, berevolusi dari satu bentuk ke bentuk lainnya, dan dia yg cukup cerdas, punya ketahanan diri dan mampunyai keinginan hidup yg kuatlah yg akan bertahan, konon itulah katanya Si gila Charles darwin. Namun dia ternyata salah karena dalam kenyataan hidup tak adalah yg namanya “survival of the fittest” seperti yg dia katakan. Tak ada itu yg namanya si kuat akan memangsa yg lemah, tidak…. Sekali lagi tidak ada kelakuan barbar mendekati hewan seperti itu. Di scene lokal Bekasi dimana saya lahir dan tumbuh semua adalah tentang hangatnya persahabatan dan kuatnya semangat kekeluargaan dan pastinya semangat dan gairah dalam bermusik. Paling tidak itulah yg saya temukan dan saksikan dalam perjalanan persahabatan saya dengan 2 orang sahabat saya Fery dan kakaknya Yudhi yg lebih dikenal dengan nama “Mbeng”. Continue reading

MEREKA MEMANGGILKU: “NYAI ONTOSOROH”

image

“Aku harus buktikan pada mereka, apapun yang telah diperbuat atas diriku, aku harus bisa lebih berharga daripada mereka, meskipun hanya sebagai nyai. Sekarang Sanikem sudah mati, yang ada adalah Nyai Ontosoroh…..” (***Novel BUMI MANUSIA karya Pramoedya ananta toer)

Nama aslinya Sanikem, seorang puteri juru tulis pabrik gula di Tulangan yg bernama sastrotomo. Sanikem dijual oleh ayahnya kepada pemilik pabrik gula itu yg bernama Herman Melema demi mendapatkan uang gulden dan jabatan sebagai administratuur atau juru bayar di pabrik gula tersebut.

Usianya masih 14 tahun saat itu, muda belia, cantik jelita, lemah lembut dan polos lugu selayaknya seorang perempuan Jawa yg hidup di masa feodal-kolonialis saat itu (*dekade pertengahan abad 19). Sementara sang Tuan Belanda yg membelinya dari ayah kandungnya sendiri adalah seorang laki laki paruh baya, bule albino, bertubuh tinggi besar dan kadang bertabiat kasar. Bagi Sanikem Herman melema tak ubahnya seorang “bhuto” atau raksasa di cerita cerita pewayangan yg kerap di dengarnya dari Ibu dan Mbahnya. Continue reading

PRRI, PROTES SI ANAK TIRI DAN CATATAN LUKA URANG AWAK (*bagian 2)

image

Kok bakisa duduak jan bakisa dari lapiak nan salai, kok bakisa tagak jan bakisa dari tanah nan sabungkah” (*kalau ingin melihat dan memutuskan sebuah permasalahan maka janganlah hanya melihat dari hal hal kecil yg biasanya hanya bersifat emosional saja). —- (*Bung Hatta)

Rasa frustasi PKI yg nyaris tak laku di bumi Minang kabau

Pembubaran PKI dan hengkangnya mereka dari kabinet adalah salah satu agenda utama rekomendasi dan tuntutan Dewan Banteng kepada Soekarno. Sebagai orang Minang yg sedari kecil di didik dengan suasana agama (*baik yg tradisional maupun yg pembaharu) tentunya PKI yg konon anti Tuhan itu tentunya sangatlah di waspadai keberadaannya oleh Kolonel Ahmad hussein cs. Apalagi di masa lalu partainya kaum merah ini pernah pula menunjukkan taringnya di Silungkang, pemberontakan pertamanya yg tak sedikit memakan korban orang orang tak berdosa. Keberadaan PKI di sisi Bung karno juga dituding oleh mereka sebagai penyebab semakin condongnya Indonesia ke blok timur dan menjadi penyebab pecahnya konflik intern di tubuh Angkatan Darat. Sebagai perwira perwira yg anti komunis mereka sangat menyadari bahwa di tubuh militer telah banyak yg terjangkit faham marxisme. Dan hal ini berkat menyusupnya para agitator dan propagandis PKI yg berkedok sebagai seorang Soekarnois ke dalam tubuh militer semenjak masa revolusi fisik dahulu. Continue reading

PRRI, PROTES SI ANAK TIRI DAN CATATAN LUKA URANG AWAK

image

Kita buat organisasi. Kita gertak Soekarno sampai kelak dia undang kita untuk membicarakan nasib bangsa ini.”—- (Kolonel Ahmad hussein, ketua dewan Banteng)

Kota padang, 20 februari 1958, seorang laki laki berpakaian militer berpidato dengan berapi api di depan rapat umum di kota tersebut. Dengan lantangnya laki laki betubuh tegap ini berkata: “Apabila saudara-saudara tidak mendukung perjuangan PRRI, maka saat ini juga saudara-saudara boleh menangkap saya dan menyerahkan saya ke pemerintahan Soekarno…!!!” seraya mencopot dan membanting tanda pangkatnya ke tanah. Nampaklah sekali dia sangat gusar saat berpidato itu, wajahnya memerah karena menahan amarah di dalam dada. Rasa kesal, marah, kecewa bercampur aduk di dalam dirinya saat itu. Pemerintah pusat melalui Perdana menteri Ir. Djuanda menuduhnya sebagai seorang pemberontak dan memerintahkan KASAD untuk memecatnya dan teman teman kolonel seperjuangannya dari dinas kemiliteran. Sebagai seorang tentara yg telah malang melintang berjuang semasa revolusi fisik dahulu dia merasa sangat terhina ditantang tantang oleh seorang sipil seperti Djuanda, tak pedulilah kiranya ia seorang Perdana menteri sekalipun. Continue reading

Sebuah catatan untuk seorang “kawan”, seorang yg paling dibenci dalam sejarah Indonesia

image

Kawan, aku mengenal namamu pertama kali saat aku masih duduk di bangku SD dari buku PSPB. Dan entah kenapa namamu begitu mudah kuingat berikut segala peranmu yg tergambar sangat antagonis di dalam sejarah bangsa ini. Yg kutahu tentang dirimu hanyalah bahwa kau adalah seorang dalang dibalik peristiwa penculikan, penyiksaan dan pembunuhan 7 Jenderal angkatan darat di malam tanggal 30 September 1965. Sebuah malam dimana sebuah tragedi berdarah yg mencabik cabik bangsa ini, yg merupakan awal bergelimpangannya ratusan ribu bahkan jutaan bangkai di bumi pertiwi ini dimulai. Yg kutahu hanyalah betapa kau adalah seorang yg sangat anti Tuhan dan memandang agama layaknya sebuah koreng bernanah yg menjijikkan yg sekaligus juga candu yg meracuni masyarakat, persis kata kata seorang bernama Vladimir ilyich ulyanov Lenin di Russia. Betapa kau adalah seorang yg bertanggung jawab atas aksi aksi sepihak berupa penganiayaan dan bahkan pembunuhan para ulama disaat partaimu mengklaim sebagai yg terbesar ke 3 di dunia setelah Partai Komunis Russia dan Cina. Betapa kau sangat memusuhi Islam dan berusaha melenyapkan para penganut agama dari bumi pertiwi ini. Betapa kau adalah seorang pengkhianat bangsa dan negara ini yg layak dan harus dibenci dan dicaci maki. Nyaris tak ada hal positif yg kubaca dan kuketahui tentang dirimu dari pelajaran sejarah yg selama 12 tahun “disuapkan dengan paksa” ke dalam otakku. Continue reading

Memoar seorang Puritan

image

“  Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan (Protokol zionis poin ke 23)”

Bismillahirrahmanirrahim….

Assalamualaikum warrohmatullahi wabarakatuh….

Saudaraku….. setiap orang mempunyai kisah hidupnya masing masing. Pahit manis getirnya kehidupan yang membuat kita belajar dan memperbaiki diri di dalam hidup ini. Ini adalah sepenggal kisah seorang anak manusia. Sepenggal kisah seorang anak Adam yang pernah di tipu mentah mentah oleh Iblis Laknatullah. Sepenggal kisah seorang anak manusia yg menjadi korban sebuah konspirasi agenda besar para zionis. Sepenggal kisah seorang yg telah menjadi boneka kayu’nya Dajjal dan agen agennya. Sepenggal kisah pemuda yang tersesat namun kemudian menemukan kembali fitrahnya sebagai seorang Muslim. Inilah sepenggal kisahku…. Continue reading

RISALAH SEJARAH ULAMA ASWAJA NUSANTARA DAN DISTORSI YG DILAKUKAN KAUM WAHABI TERHADAPNYA(Part 1)

“….Kita telah lama menjaga dengan hati-hati upaya mendiskreditkan para rohaniawan non-Yahudi (*muslim) dalam rangka menghancurkan misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita. Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari. Kebebasan hati nurani yang bebas dari faham agama telah dikumandangkan dimana-mana. Tinggal masalah waktu maka agama-agama itu akan bertumbangan…” (*Protokol zionis ke 17). 

 

Salah satu kejahatan Wahabi dan seluruh varian harokah yg berafiliasi serta menganut akidah yg sama dengannya diluar pentahrifan kitab kitab ulama klasik adalah memanipulasi sejarah ulama aswaja, khususnya ulama aswaja nusantara yg sangat dihormati oleh kalangan umat Islam berbasic tradisional.

Seperti yg ditulis baru baru ini di sebuah situs resmi harokah yg mengklaim bahwa KH. Wahab hasbullah salah seorang tokoh pendiri NU yg juga berperan dalam pendirian NKRI sebagai seorang yg mendukung sebuah konferensi yang memperjuangkan tegaknya kembali khilafah, dalam hal ini tentu saja khilafah versi pemahaman mereka, bukan versi pemahaman aswaja. (*silahkan di cek tulisan mengenai hal tersebut di http://hizbut-tahrir.or.id/2012/05/15/sejarah-umat-islam-indonesia-sejarah perjuangan-syariah-dan-khilafah/).

Sebelum itu telah kami temukan juga sebuah tulisan disebuah blog mengenai KH hasyim asy’ari yg di katakan panjang lebar sebagai ulama yg anti terhadap bedug dan perayaan maulid (*silahkan baca di http://axingx.blogspot.com/2012/07/kh-hasyim-asyary-tolak-beduk-maulid.html).

Selain itu mereka juga memanipulasi fakta sejarah polemik yg terjadi antara Syeikh Ahmad khatib al minangkabawi dan ulama ulama thariqat di ranah Minang di zamannya sebagai alibi untuk mengatakan beliau sebagai seorang ulama yg anti thariqat sufi dan pendukung gerakan pembaharuan islam ala wahabiyah Muhammad abduh. Continue reading